KONSEP KEWIRAUSAHAAN DAN ENTREPRENEURSHIP DALAM ISLAM

 

MAKALAH

KONSEP KEWIRAUSAHAAN DAN ENTREPRENEURSHIP DALAM ISLAM

 


 

Disusun Oleh:

SHINTA MURNI 2230404178

 

 

 

Dosen Pengampu:

Tezi Asmadia, M. E. Sy

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR

2025



KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur pemakalah ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat dan kesempatan sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah dengan judul KONSEP KEWIRAUSAHAAN DAN ENTREPRENEURSHIP DALAM ISLAM dapat terselesaikan. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas agar dapat bermanfaat bagi pembaca.

            Kesempatan kali ini, pemakalah sebagai penyusun makalah mengucapkan terima kasih kepada Ibuk Tezi Asmadia, M. E. Sy selaku dosen pengampu mata kuliah Etika Bisnis Syariah yang sudah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar dan tepat waktu.

Dalam penyusunan makalah ini, pemakalah banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuin dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, pemakalah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan yang Maha Esa.

Pemakalah menyadari bahwa dalam proses pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi tulisan maupun penulisan kata. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun kebaikan dimasa yang akan datang.

 

 

 

 Batusangkar, 01 Juni 2025

 

 

          Pemakalah

 

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

            Agama Islam mengajarkan, agar umatnya selalu berdoa dan berusaha untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Untuk memperoleh kebahagiaan dunia orang harus berupaya bekerja dengan baik dan untuk memperoleh kebahagiaan akhirat orang harus berupaya beribadah dengan baik. Sedangkan untuk terhindar dari kesengsaraan dunia dan akhirat orang harus menghindari kemalasan, kejahatan dan kemaksiatan. Umat Islam harus berupaya bekerja dengan baik, profesional, penuh semangat, memiliki daya saing agar menjadi uslim yang kuat.1 Berusaha dan bekerja keras sangat ditekankan dalam Islam seperti firman Allah dalam surat al-Jumuah ayat 10: “apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.

            Sebagai seorang muslim seharusnya selalu berusaha meneladani sifat dan karakter beliau dalam kehidupan sehari-hari, bukan saja dalam hal beribadah tetapi juga dalam hal berwirausaha.4 Islam mendorong penganutnya yang berprofesi sebagai pedagang untuk senantiasa memperhatikan kaum lemah, fakir, miskin, janda tua dan siapapun yang tidak mampu bersaing dalam dunia usaha di sekitarnya.

Bila kaum usahawan muslim tidak memperhatikan kaum lemah tersebut, maka disebut oleh Allah sebagai pendusta agama (QS. Al-Ma‟un: 1-7). Sehingga profesi pengusaha dalam perspektif Islam tidak semata-mata profesi bersifat duniawi (kemapanan ekonomi) namun lebih dari itu adalah profesi yang bernilai ibadah. Dalam kekayaan yang mereka miliki adalah terdapat bagian kekayaan milik orang lain, sehingga mereka diwajibkan membayar zakat, dan dianjurkan untuk bersedekah, infak dan waqaf.

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana Pengertian Kewirausahaan dan Entrepreneurship?

2.      Bagaimana Maksud dan Tujuan Kewirausahaan?

3.      Bagaimana Mental dan Jiwa Wirausaha Muslim?

4.      Bagaimana Peluang Bisnis dan Membuat Bisnis Plan?

5.      Bagaimana Berpikir dan Bertindak Kreatif dan Inovatif?

C.    Tujuan

1.      Untuk Mendeskripsikan Pengertian Kewirausahaan dan Entrepreneurship.

2.      Untuk Mendeskripsikan Maksud dan Tujuan Kewirausahaan.

3.      Untuk Mendeskripsikan Mental dan Jiwa Wirausaha Muslim.

4.      Untuk Mendeskripsikan Peluang Bisnis dan Membuat Bisnis Plan.

5.      Untuk Mendeskripsikan Berpikir dan Bertindak Kreatif dan Inovatif.



BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kewirausahaan dan Entrepreneurship

            Kewirausahaan secara harfiah berasal dari kata wirausaha. Wira berarti berani dan usaha berarti usaha atau bisnis. Jadi wirausaha berarti berani berusaha atau berani berbisnis. Kata wirausaha biasanya ditambah wan menjadi wirausahawan atau orang yang berani berusaha atau orang yang berani berbisnis. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah dunia usaha atau dunia bisnis. Dunia atau bidang yang berkaitan dengan pemanfaatan peluang, pengelolaan sumber daya untuk memperoleh keuntungan. Usaha atau bisnis adalah upaya atau kegiatan untuk memperoleh keuntungan melalui penjualan barang/produk atau penyediaan jasa.

            Definisi wirausahawan (entrepreneur) ditinjau dari karakteristik orangnya menurut pendapat beberapa ahli adalah:

1.      Richard Cantilon menyatakan seorang entrepreneur sebagai seorang yang membayar harga tertentu untuk produk tertentu, untuk kemudian dijualnya dengan harga yang tidak pasti (an uncertain price). sambil membuat keputusan-keputusan tentang upaya mencapai dan memanfaatkan sumber-sumber daya dan menerima resiko berusaha.

2.      Joseph Schumpeter menyatakan entrepreneur adalah seseorang yang melaksanakan kombinasi kombinasi bara Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki memiliki kemampuan untuk melihat dan mengevaluasi peluang bisnis, memperoleh sumber daya yang diperlukan untuk mengambil keunggulan darinya dan berinisiatif mengambil tindakan yang tepat untuk menjamin sukses.

3.      J.B. Say memperkenalkan istilah Entrepreneurship dalam diskusi entrepreneur sebagai orang yang memindahkan sumber daya ekonomi dari area yang produktivitasnya rendah ke area yang produktivitasnya tinggi.

4.      Peter F. Druker menyatakan agar supaya tercapai hasil maka sumber-sumber daya harus dialokasi ke peluang-peluang dan bukan ke masalah-masalah, maksimasi peluang-peluang merupakan sebuah definisi yang berarti, bahkan sangat tepat untuk pekerjaan entrepreneurial. la mengimplikasi bahwa efektivitas dan bukanlah efisiensi bersifat esensial di dalam lingkungan bisnis. Seorang entrepreneur harus mampu mengalihkan sumber-sumber daya dari daerah-daerah yang menghasilkan hasil rendah atau hasil hasil yang sedang menyusut ke bidang-bidang yang memberikan hasil tinggi atau vang meningkat la perlu memangkas masa lampau dan ia perlu melepaskan apa yang berlaku, la harus menciptakan hari esok.

5.      Ciputra menyatakan dapat dikatakan entrepreneur yakni kategori pertama memiliki eye sught masa depan yang tepat dan tajam, di mana mereka mampu untuk melihat sebuah peluang bisnis yang mungkin sama udak dapat dilihat oleh orang lain.

                        Jadi entrepreneur adalah orang yang mempunyai eye sight masa depan yang tepat dan tajam dalam melihat peluang bisnis melalui pengembangan ide, bakat, kemampuan dan ketrampilan menjadi sebuah usaha atau bisnis yang menguntungkan. Ide adalah gagasan atau pemikiran. Bakat adalah keahlian yang dibawa sejak lahir. Kemampuan adalah kepemilikan berbagai macam sumber daya (tanah. uang, peralatan, jiwa kewirausahaan, jaringan). Keterampilan adalah keahlian yang diperoleh dari pendidikan.(Wijatno, 2010)

B.     Maksud dan Tujuan Kewirausahaan

            Kewirausahaan adalah kemampuan dan kemauan untuk merancang, mengembangkan, dan mengelola bisnis atau usaha baru dengan tujuan mencapai keuntungan dan kesuksesan. Seorang wirausaha biasanya memiliki sifat inovatif, berani mengambil risiko, dan mampu mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan bisnisnya. Kewirausahaan melibatkan berbagai aspek Kewirausahaan dapat membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, dan memberikan kontribusi pada masyarakat.

            Tujuan kewirausahaan dapat bervariasi tergantung pada perspektif pengusaha, jenis usaha, dan konteks di mana ia beroperasi. Namun, beberapa tujuan inti umumnya diakui di berbagai definisi dan kerangka kerja.

1.      Penciptaan Nilai Ekonomi

2.      Inovasi dan Pemecahan Masalah

3.      Penciptaan Lapangan Kerja

4.      Penciptaan Kekayaan dan Keuntungan Finansial Pribadi

5.      Kepuasan Kebutuhan Sosial dan Pengembangan Masyarakat

6.      Otonomi dan Pemenuhan Pribadi

7.      Pengambilan Risiko dan Tantangan

8.      Diversifikasi dan Inovasi Ekonomi

9.      Menciptakan Nilai dan Warisan Jangka Panjang

10.  Kepemimpinan Pasar dan Keunggulan Kompetitif

11.  Ekspansi dan Dampak Global

            Mendorong dan Mempromosikan Kewirausahaan pada Orang Lain

Tujuan kewirausahaan beragam dan tergantung pada motivasi individu, kondisi pasar, dan kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Baik itu menciptakan nilai ekonomi, mendorong inovasi, menghasilkan kekayaan, atau memecahkan masalah sosial, pengusaha sering mengejar kombinasi tujuan pribadi, ekonomi, dan sosial. Kewirausahaan adalah bidang yang dinamis, dan tujuannya dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan wirausahawan dan perubahan tuntutan pasar atau masyarakat.(Judijanto, 2025)

C.    Mental dan Jiwa Wirausaha Muslim

            Secara umum, mental wirausaha merujuk pada pola pikir, sikap, dan karakter yang dimiliki oleh seorang individu dalam menjalankan usaha. Mental ini mencakup semangat pantang menyerah, keberanian mengambil risiko, kreativitas, inovasi, kerja keras, dan ketekunan. Dalam Islam, mental seperti ini juga didasari oleh keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT, bahwa setiap usaha yang dilakukan hendaknya didasari dengan niat yang tulus dan ikhlas, serta mematuhi prinsip-prinsip syariah.

Beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha muslim antara lain:

1.      Tawakkal dan Takwa: Berserah diri kepada Allah setelah berusaha secara maksimal dan selalu menjaga ketaatan kepada-Nya.

2.      Syukur dan Zikir: Selalu merasa cukup dan bersyukur atas rezeki yang didapat, serta mengingat Allah dalam setiap langkah usaha.

3.      Kejujuran (As-Sidiq): Bersikap jujur dalam setiap transaksi dan komunikasi bisnis, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai al-Amin (yang terpercaya).

4.      Amanah: Memiliki integritas tinggi dan dapat dipercaya dalam menjalankan setiap tanggung jawab bisnis

5.      Inovasi: Kemampuan untuk menciptakan ide dan solusi baru dalam mengembangkan usaha, yang juga merupakan bagian dari mental seorang pebisnis.

                                Sementara itu, jiwa wirausaha muslim merujuk pada sikap batin dan nilai-nilai spiritual yang melandasi perilaku seorang muslim dalam menjalankan aktivitas kewirausahaan. Jiwa wirausaha muslim tidak hanya mencakup keinginan untuk menjadi mandiri secara ekonomi, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Jiwa ini dibentuk oleh ajaran Islam yang menekankan pentingnya etika dalam berdagang dan berbisnis, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai pedagang yang amanah dan terpercaya (al-Amin).

            Beberapa karakteristik jiwa wirausaha muslim antara lain:

1.      Niat yang Ikhlas: Menjalankan usaha dengan niat untuk memenuhi kebutuhan hidup halal dan berkontribusi pada kesejahteraan umat.

2.      Tanggung Jawab Sosial: Peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar, serta berusaha memberikan manfaat bagi orang lain.

3.      Etika Bisnis Islami: Menghindari praktik-praktik yang dilarang dalam Islam, seperti riba, penipuan, dan ketidakjujuran dalam transaksi bisnis.

4.      Kepemimpinan yang Adil: Mampu memimpin usaha dengan adil, bijaksana, dan penuh tanggung jawab, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kepemimpinan beliau.(A. Shamsudin, 2017)

 

D.    Peluang Bisnis dan Membuat Bisnis Plan

            Peluang bisnis adalah kondisi atau situasi yang mengindikasikan potensi menghasilkan laba melalui pelaksanaan ide bisnis. Peluang bisnis melibatkan elemen-elemen yang menggambarkan kemungkinan keberhasilan dalam pasar.

1.      Sumber. Peluang bisnis muncul ketika ada kesenjangan antara kebutuhan atau permintaan di pasar dengan apa yang ditawarkan ide bisnis Anda. Ini melibatkan analisis pasar, pemahaman tren, dan penilaian potensi pasar.

2.      Tingkat rincian. Peluang bisnis lebih konkret dan mendalam daripada ide bisnis. Ini melibatkan penelitian yang lebih mendalam tentang pasar, kompetisi, model bisnis, dan strategi yang diperlukan.

3.      Teruji dan dievaluasi. Peluang bisnis telah diuji melalui analisis pasar, survei, wawancara, atau eksperimen, dan memiliki dasar yang lebih kuat untuk diyakini bahwa ide tersebut dapat berhasil.

            Business plan adalah sebuah dokumen tertulis yang menjelaskan secara sistematis tentang rencana dan strategi dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis. Tujuannya adalah untuk memberikan arah dan panduan dalam operasional bisnis sekaligus menarik investor atau mitra bisnis. Dengan business plan yang jelas, seorang wirausaha dapat mengurangi risiko ketidakpastian dan kesalahan dalam mengambil keputusan. Selain itu, business plan juga dapat membantu tim kerja memahami arah dan strategi perusahaan, sehingga koordinasi dan kerja sama menjadi lebih efektif.

            Membuat bisnis plan adalah langkah penting dalam memulai atau mengembangkan sebuah bisnis. Berikut adalah langkah-langkah membuat bisnis plan:

1.      Menentukan tujuan bisnis: Menentukan visi, misi, dan tujuan bisnis.

2.      Menganalisis pasar: Menganalisis target pasar, kompetitor, dan tren industri.

3.      Mengembangkan strategi bisnis: Mengembangkan strategi bisnis yang sesuai dengan tujuan dan analisis pasar.

4.      Menentukan struktur organisasi: Menentukan struktur organisasi dan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

5.      Mengembangkan rencana keuangan: Mengembangkan rencana keuangan, termasuk proyeksi pendapatan dan biaya.

6.      Menentukan rencana pemasaran: Menentukan rencana pemasaran yang efektif untuk mencapai target pasar.(Yudho Yudhanto, 2024)

 

E.     Berpikir dan Bertindak Kreatif dan Inovatif

            Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru yang orisinal, imajinatif, dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Berpikir kreatif tidak hanya terbatas pada seni atau bidang tertentu, tetapi dapat diterapkan dalam menyelesaikan masalah, menciptakan produk baru, dan memperbaiki proses kerja. Kreativitas adalah fondasi dari segala bentuk pembaruan dan pengembangan.

            Sementara itu, bertindak inovatif adalah kemampuan untuk mengimplementasikan ide-ide kreatif menjadi sesuatu yang nyata dan berguna. Inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi tinggi, tetapi juga mencakup segala bentuk perbaikan, penyederhanaan, dan penciptaan solusi baru dalam berbagai bidang. Inovatif berarti mampu melihat peluang dalam setiap tantangan dan berani mengambil langkah untuk melakukan perubahan.

            Dalam dunia kerja dan bisnis, kreativitas dan inovasi adalah kunci untuk bertahan dan bersaing. Perusahaan yang tidak berinovasi akan mudah tertinggal oleh pesaing yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Dalam konteks pendidikan, guru yang kreatif mampu mengajar dengan cara yang menarik dan membuat siswa lebih antusias belajar. Di sisi lain, siswa yang berpikir kreatif lebih mampu menyerap materi pelajaran secara mendalam dan aplikatif.

            Dalam kehidupan sehari-hari, berpikir dan bertindak kreatif serta inovatif membantu seseorang untuk menyelesaikan masalah secara lebih efektif. Misalnya, dalam mengelola keuangan rumah tangga, seseorang yang kreatif dapat mencari cara untuk menghemat pengeluaran atau menambah penghasilan tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama.

            Individu yang kreatif dan inovatif biasanya memiliki beberapa ciri khas, seperti:

1.      Rasa ingin tahu yang tinggi: Selalu bertanya dan mencari tahu sesuatu secara mendalam.

2.      Berani mengambil risiko: Tidak takut gagal dan menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran.

3.      Mampu melihat peluang dalam tantangan: Menjadikan masalah sebagai peluang untuk berinovasi.

4.      Pikiran terbuka: Terbuka terhadap ide, masukan, dan perspektif baru.

5.      Pantang menyerah: Gigih dalam menghadapi hambatan dan tidak mudah putus asa.(Loso Judijanto, 2024)



BAB III

PENUTUP

SIMPULAN

            Entrepreneur adalah orang yang mempunyai eye sight masa depan yang tepat dan tajam dalam melihat peluang bisnis melalui pengembangan ide, bakat, kemampuan dan ketrampilan menjadi sebuah usaha atau bisnis yang menguntungkan.

            Kewirausahaan adalah kemampuan dan kemauan untuk merancang, mengembangkan, dan mengelola bisnis atau usaha baru dengan tujuan mencapai keuntungan dan kesuksesan. Seorang wirausaha biasanya memiliki sifat inovatif, berani mengambil risiko, dan mampu mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan bisnisnya. Kewirausahaan melibatkan berbagai aspek Kewirausahaan dapat membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, dan memberikan kontribusi pada masyarakat. Tujuan kewirausahaan dapat bervariasi tergantung pada perspektif pengusaha, jenis usaha, dan konteks di mana ia beroperasi.

            Secara umum, mental wirausaha merujuk pada pola pikir, sikap, dan karakter yang dimiliki oleh seorang individu dalam menjalankan usaha. Mental ini mencakup semangat pantang menyerah, keberanian mengambil risiko, kreativitas, inovasi, kerja keras, dan ketekunan. Sementara itu, jiwa wirausaha muslim merujuk pada sikap batin dan nilai-nilai spiritual yang melandasi perilaku seorang muslim dalam menjalankan aktivitas kewirausahaan.

            Peluang bisnis adalah kondisi atau situasi yang mengindikasikan potensi menghasilkan laba melalui pelaksanaan ide bisnis. Peluang bisnis melibatkan elemen-elemen yang menggambarkan kemungkinan keberhasilan dalam pasar.

            Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru yang orisinal, imajinatif, dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Berpikir kreatif tidak hanya terbatas pada seni atau bidang tertentu, tetapi dapat diterapkan dalam menyelesaikan masalah, menciptakan produk baru, dan memperbaiki proses kerja. Kreativitas adalah fondasi dari segala bentuk pembaruan dan pengembangan.

            Sementara itu, bertindak inovatif adalah kemampuan untuk mengimplementasikan ide-ide kreatif menjadi sesuatu yang nyata dan berguna. Inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi tinggi, tetapi juga mencakup segala bentuk perbaikan, penyederhanaan, dan penciptaan solusi baru dalam berbagai bidang. Inovatif berarti mampu melihat peluang dalam setiap tantangan dan berani mengambil langkah untuk melakukan perubahan.

 

DAFTAR PUSTAKA

A. Shamsudin. (2017). Entrepreneurship Islam. PT Raja Grafind Persada.

Judijanto, L. (2025). Kewirausahaan (Berpikir kreatif untuk menciptakan peluang bisnis yang inovatif). PT Green Pustaka Indonesia.

Loso Judijanto. (2024). Kewirausahaab Keatif Teori dan Implementasi). PT Green Pustakka Indonesia.

Wijatno, S. (2010). Pengantar Entrepreneurship. Grasindo.

Yudho Yudhanto. (2024). INFORMATION TECHNOLOGY BUSINESS STARTUP 2.0 Ilmu Dasar Merintis Startup Berbasis Teknologi informasi untuk pemula. PT Alex Media Komputindo.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA ISLAM DALAM BIDANG KONSUMSI, PRODUKSI DAN DISTRIBUSI

KONSEP PELAYANAN PRIMA DALAM PANDANGAN ISLAM, MANFAAT DAN KUALITAS PELAYANAN

ETIKA PERSAINGAN DAN MEMBANGUN JARINGAN USAHA